/* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://ani.cursors-4u.net/others/oth-9/oth845.cur), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */

Minggu, 08 Januari 2017

KOMODITAS UNGGULAN ALPUKAT KAWASAN AGROPOLITAN

A
lpukat merupakan tanaman yang dikembangkan oleh Kabupaten Probolinggo, alpukat mentega merupakan unggulan dari Kecamatan Tiris. Alpukat mentega terkenal mempunyai daging yang tebal serta pulen, seperti mentega. Bentuknya juga besar, sehingga sangat unggul dibandingkan varietas alpukat yang lain. Permintaan pasar pun tiap tahun terus meningkat seiring terkenalnya alpukat mentega ini dikalangan masyarakat lokal hingga Jakarta.
S
aat ini mulai dikembangkan Alpukat Organik di Desa Ranugedang Kecamatan Tiris dan Desa Guyangan Kecamatan Krucil.






Data Produksi Alpukat Kawasan Agropolitan 2010-2016
No.
Kecamatan
Tahun
2010
2011
2012
2013
2014
2015
2016
Alpukat
(Kw)
1
Sukapura
1,427
200
814
2,347
112
799
162
2
Sumber
2,055

10,473
2,566
1,030
990
1,375
3
Tiris
13,798
6,419
6,180
17,788
22,642
24,988
15,598
4
Krucil
7,420
3,800
4,401
13,783
12,882
11,535
8,515
5
Lumbang
2,899
1,267
3,525
6,108
3,054
491
247
6
Tongas
286
222
80
45
65
72
72
Sumber: Dinas Pertanian Kab. Probolinggo







Senin, 07 November 2016

PAMERAN PRODUK UNGGULAN KAWASAN AGROPOLITAN WILAYAH TIMUR PERTANIAN KECAMATAN GADING TAHUN 2016


     Kecamatan Gading merupakan sentra komoditas padi dan mangga di wilayah agropolitan kawasan timur. Namun ternyata tidak hanya komoditas padi dan mangga saja, tetapi berbagai macam komoditas pertanian, teknik pertanian, serta aneka olahan hasil pertanian. Hal ini diwujudkan dalam pameran yang diselenggarakan setiap tahun di Kecamatan Gading. Pelaksanaan pameran ini dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2016, yang merupakan merupakan salah satu wujud kekompakan kelompok tani dengan wadah paguyuban gabungan kelompok tani Alam Hijau di Kecamatan Gading.

Salah satu stand pameran produk pertanian 



             Selain anggota gapoktan, pameran pertanian di Kecamatan Gading tahun 2016 didukung oleh banyak pihak antara lain UPTD, PPL, pejabat pemerintah desa dan kecamatan, PJB sebagai CSR, serta dimeriahkan oleh undangan dari BPP Kecamatan Krucil, Binaan CSR PJB Pakuniran dan Paiton.

Pameran dihadiri oleh undangan


Gabungan Kelompok Tani terbentuk Tahun 2008 dan membentuk Paguyuban Gabungan Kelompok Tani Alam Hijau di Kecamatan Gading. Menurut bapak Azis sebagai UPTD Kecamatan Gading menyampaikan, “sangat diperlukannya kekompakan antara petugas lapangan (UPTD dan PPL) dan anggota kelompok tani, agar pertanian dapat maju dan berkembang serta dapat memaksimalkan potensi pertanian di Kecamatan Gading. Hal ini juga perlu didukung dari pejabat pemerintah juga”. 

Tujuan pameran ini untuk mengenalkan tanaman buah dan sayur organik sebagai produk kawasan agropolitan yang ditanam pada polibag dan masyarakat dapat menanamnya di sekitar rumah,serta sebagai salah satu wujud kegiatan kelompok tani di Kecamatan GadingProduk yang dipamerkan meliputi aneka sayur (terong, sawi, kubis, kol, gambas, cabai, wortel, seledri, dsb), buah (mangga, jeruk, alpukat, stowberi, kelapa, dsb), serta teknik pertanian misalkan tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik atau tabulampot.

stand yang menampilkan tabulampot


stand yang menampilkan tanaman hidroponik dan olahan

Selain tanaman yang dipamerkan di stan yang sudah dihiasi dengan indah, acara ini dimeriahkan dengan omba pemungutan sampah serta terdapat kontes tanaman.

Kontes tanaman

Selain produk sayur, buah dan tanaman dalam pot, kegiatan ini juga memamerkan hasil olahan pertanian, misalkan rengginang singkong, sinom, cabai instan, pokak, jahe instan, kopi pinang instan, dan banyak produk yang ditampilkan sebagai produk Kawasan Agropolitan Wilayah Timur

Stand Produk Olahan Rengginang Singkong 

Eemmm ternyata Kecamatan Gading tidak hanyay mangga dan padi saja ya.... singkong juga ada produk yang perlu dikembangkan. Sukses untuk pameran Kecamatan Gading... 
So.... Mari kita lebih semangat dan mencintai produk pertanian kita ya.... 


Oleh : Tika M. Megawati